SLAWI – Dalam upaya mendongkrak kualitas mutu pendidikan, pengawas sekolah menggelar kegiatan bimbingan dan pendampingan intensif bagi jajaran kepala sekolah dan guru. Fokus utama dari bimbingan ini adalah optimalisasi pemanfaatan platform Rapor Pendidikan melalui skema Perencanaan Berbasis Data (PBD) guna merancang program kerja sekolah yang lebih tepat sasaran.
Melalui pendampingan ini, pengawas memandu sekolah untuk membedah berbagai indikator mutu krusial. Beberapa aspek yang menjadi sorotan utama meliputi peningkatan kemampuan literasi, numerasi, penguatan karakter siswa, serta penciptaan iklim keamanan lingkungan belajar yang kondusif.
Untuk mencapai hasil yang maksimal, pengawas sekolah menerapkan format bimbingan yang sistematis dan terstruktur ke dalam tiga tahapan utama.
Tahap pertama adalah Tahap Identifikasi. Pada proses ini, pengawas memandu kepala sekolah dan guru untuk membaca serta memahami secara detail seluruh capaian data yang tersaji di dalam platform Rapor Pendidikan. Langkah awal ini sangat penting agar sekolah memiliki peta yang jelas mengenai kondisi riil mutu pendidikan mereka saat ini.
Setelah data dipahami, kegiatan berlanjut ke Tahap Refleksi. Di sini, pengawas mendampingi pihak sekolah untuk menganalisis akar masalah secara mendalam berdasarkan data yang ada. Melalui refleksi ini, sekolah dapat mengetahui secara akurat apa saja kelemahan yang harus segera diperbaiki serta kelebihan yang perlu terus dipertahankan.
Langkah terakhir dari pendampingan ini adalah Tahap Benahi. Pada tahap krusial ini, pengawas mengawal sekolah dalam menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Komitmen pembenahan ini diwujudkan dalam program-program kerja nyata yang didukung oleh alokasi anggaran yang efektif untuk menyelesaikan akar masalah yang telah ditemukan sebelumnya.
Melalui bimbingan dan pendampingan yang berkelanjutan ini, diharapkan seluruh kepala sekolah mampu mengintegrasikan hasil evaluasi Rapor Pendidikan ke dalam strategi program yang aplikatif. Dengan demikian, setiap program dan anggaran yang tertuang dalam RKAS benar-benar berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran serta kenyamanan peserta didik di sekolah.